Breaking News

Harapan pendidikan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) di bawah kepemimpinan Jeje-Asep, dengan fokus pada visi dan misi "Amanah"

Oleh: Dr. H.Rusdan,S.Pd.I.,SH.,MM.Pd.


   Menelisik Akar Permasalahan Pendidikan di Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Sebelum membicarakan harapan, penting untuk memahami akar permasalahan

pendidikan di KBB. Kesenjangan akses pendidikan bukan hanya masalah geografis, tetapi juga

masalah sosial-ekonomi. Anak-anak dari keluarga kurang mampu seringkali menghadapi

hambatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kondisi infrastruktur sekolah yang

memprihatinkan di beberapa daerah juga menjadi faktor penghambat.

   Selain itu, kualitas guru menjadi perhatian serius. Distribusi guru yang tidak merata,

kurangnya pelatihan yang berkelanjutan, dan kesejahteraan guru yang belum optimal

mempengaruhi kualitas pembelajaran. Kurikulum yang kurang relevan dengan kebutuhan

zaman dan pasar kerja juga menjadi masalah yang perlu diatasi.

   Visi dan misi "Amanah" yang diusung Bupati dan wakil Bupati Jeje Ritchie Ismail dan

Asep Ismail bukan sekadar slogan, tetapi landasan filosofis untuk melakukan transformasi

pendidikan. "Amanah" mengandung makna tanggung jawab, integritas, dan transparansi.

   Dalam konteks pendidikan, "Amanah" berarti, Tanggung jawab (Memastikan setiap anak di

KBB mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas), Integritas (Menjalankan kebijakan

pendidikan dengan jujur, adil, dan tanpa korupsi), Transparansi (Melibatkan masyarakat dalam

setiap proses pengambilan keputusan terkait pendidikan).

Untuk mewujudkan "Amanah" dalam pendidikan, diperlukan strategi implementasi

yang komprehensif; yang Pertama, Penguatan Tata Kelola Pendidikan (Optimalisasi peran

pejabat dinas pendidikan melalui pelatihan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai

"Amanah". Kedua, Penerapan sistem pengawasan yang ketat untuk mencegah penyimpangan

anggaran pendidikan. Ketiga, Peningkatan transparansi dalam pengelolaan data dan informasi

pendidikan. Keempat, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (Program pelatihan

berkelanjutan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional,

Pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu, Pengembangan program

pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri lokal. Kelima, Pemerataan Akses

dan Infrastruktur (Pembangunan dan renovasi sekolah di daerah-daerah terpencil dengan

prioritas pada fasilitas dasar). Keenam, Penyediaan transportasi sekolah yang aman dan

terjangkau. Ketujuh, Pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pendidikan jarak jauh.

Kedelapan, Penguatan Pendidikan Karakter (Integrasi nilai-nilai "Amanah" dalam kurikulum

dan kegiatan ekstrakurikuler). Kesembilan, Pengembangan program-program yang

menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Kesepuluh, Peningkatan

peran orang tua dan masyarakat dalam pendidikan karakter. Peran Masyarakat dan Stakeholder

dalam Transformasi pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung

jawab bersama. Masyarakat, orang tua, guru, dan stakeholder lainnya perlu terlibat aktif dalam

proses ini. Kesebelas, Evaluasi dan Monitoring Berkelanjutan. Evaluasi dan monitoring

berkelanjutan sangat penting untuk memastikan bahwa program-program pendidikan berjalan

efektif. Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail perlu membangun sistem evaluasi yang transparan

dan akuntabel untuk mengukur dampak kebijakan pendidikan.

   Harapan akan terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berkarakter di KBB sangat

besar. Namun, tantangan yang dihadapi juga tidak kecil. Diperlukan komitmen yang kuat, kerja

keras, dan kolaborasi dari semua pihak untuk mewujudkan "Amanah" dalam pendidikan KBB.

KBB di bawah kepemimpinan Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail memiliki harapan

besar untuk mentransformasi sektor pendidikan. Dengan visi dan misi "Amanah," pemerintah

daerah berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya

saing. Strategi implementasi mencakup penguatan tata kelola pendidikan, peningkatan kualitas

sumber daya manusia, pemerataan akses dan infrastruktur, penguatan pendidikan karakter,

serta peran aktif masyarakat dan stakeholder. Evaluasi dan monitoring berkelanjutan akan

memastikan efektivitas program-program pendidikan. Transformasi pendidikan di KBB bukan

hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama. Dengan dukungan

penuh dari masyarakat, stakeholder, memohon berkah dan rahmat Allah SWT, diharapkan

KBB dapat melahirkan generasi rabbani yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,

serta kokoh dalam iman dan takwa. Mari kita bergandengan tangan, bahu-membahu, dan saling

mendukung dalam mewujudkan cita-cita mulia ini.


Penulis: Seorang praktisi pendidikan yang berpengalaman disemua tingkatan, akademisi yang

aktif dalam penelitian, dan pemerhati sosial yang peduli terhadap isu-isu masyarakat




Tidak ada komentar